Jumat, 30 Oktober 2026
Ekonomi

Singapura dan Indonesia Kejar Pembangunan Nuklir di Tengah Isu Gas

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong meminta penghormatan kontrak pasokan gas setelah Indonesia memangkas ekspor gas alam sejak Sabtu (24/10/2026), di tengah upaya kedua negara mengejar pembangunan pembangkit nuklir.

Singapura dan Indonesia Kejar Pembangunan Nuklir di Tengah Isu Gas
Singapura dan Indonesia Kejar Pembangunan Nuklir di Tengah Isu Gas (Foto: Republika)
Poin penting
  • Singapura minta kontrak gas dihormati.
  • Indonesia pangkas ekspor gas sejak 24 Oktober 2026.
  • Singapura dan Indonesia kejar pembangunan nuklir.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong meminta semua pihak menghormati kontrak pasokan gas yang berlaku. Permintaan ini disampaikan menyusul langkah Indonesia yang memangkas ekspor gas alam ke negara tetangga tersebut sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.

Di sisi lain, dinamika energi ini terjadi secara bersamaan dengan langkah kedua negara yang tengah berupaya membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Langkah ini mencerminkan transisi kebijakan energi jangka panjang di kawasan Asia Tenggara guna memenuhi kebutuhan listrik masa depan.

Baca juga:Kementerian ESDM Luncurkan Program Pengawal Energi untuk Ribuan SPBU

Hingga kini, proses pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di masing-masing wilayah masih terus berjalan dengan tantangan dan strateginya tersendiri. Pemerintah kedua negara berupaya memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah dinamika pasokan gas alam yang belakangan ini mengalami penyesuaian ekspor.