Presiden Korea Selatan Tanya Gemini, Oposisi Langsung Meradang
Penggunaan kecerdasan buatan Gemini buatan Google memicu polemik politik di Korea Selatan setelah Presiden Lee Jae Myung dilaporkan memanfaatkannya.
- Gemini buatan Google jadi sorotan politik Korea Selatan.
- Presiden Lee Jae Myung bertanya pada AI usai panggil Jaksa Agung.
- Kubu oposisi meradang dan saling serang dengan pihak presiden.
Kecerdasan buatan generatif Gemini buatan Google mendadak menjadi pusat perhatian dalam panggung politik Korea Selatan. Situasi ini memicu ketegangan yang melibatkan aksi saling serang antara Presiden Lee Jae Myung dan pihak oposisi di negara tersebut.
Permasalahan ini mencuat usai Presiden Lee Jae Myung dikabarkan melontarkan pertanyaan kepada Gemini. Langkah tersebut diambil sang kepala negara setelah ia memanggil Jaksa Agung, yang kemudian memicu kemarahan besar dari kubu oposisi.
Baca juga:Kepala Staf IDF Disebut Tolak Instruksi Netanyahu Serang Iran
Hingga kini, polemik seputar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam ranah pengambilan keputusan politik ini masih terus bergulir. Baik pihak pemerintah maupun kubu oposisi terus mempertahankan pandangan masing-masing terkait insiden yang melibatkan perangkat teknologi tersebut.
Berita Terkait
Gempa M7,0 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami di Indonesia
Presiden Kamerun Dikritik karena Sering Tinggal di Luar Negeri
Ribuan Mahasiswa Serbia Padati Belgrade Jelang Pemilu
Pemerintah Filipina Tawarkan Hadiah Besar untuk Tangkap Ronald Dela Rosa
Trump Aktifkan UU Perang Dingin untuk Industri Minyak AS